

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi 2026 menghadirkan sekitar 1.300 penari Gandrung dalam pertunjukan kolosal di Pantai Boom Marina, Banyuwangi, pada 24 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB. Untuk pertama kalinya, Gandrung Sewu digelar pada malam hari dengan konsep Glow in the Dark, memadukan seni tradisi, tata cahaya, dan teknologi pertunjukan.
Penyelenggaraan tahun ini juga menjadi bagian dari kolaborasi InJourney dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam memperkuat atraksi budaya sekaligus mengembangkan ekosistem pariwisata dan ekonomi lokal Banyuwangi.
Gandrung Sewu adalah festival budaya tahunan Banyuwangi yang menampilkan pertunjukan kolosal ribuan penari Gandrung di Pantai Boom Marina. Festival ini pertama kali digelar pada 17 November 2012 dengan tema Jejer Gandrung, yang mengangkat kisah kelahiran Tari Gandrung.
Tari Gandrung merupakan kesenian tradisional masyarakat Osing yang menjadi identitas budaya Banyuwangi. Melalui Festival Gandrung Sewu, tradisi ini dilestarikan dengan melibatkan generasi muda, seniman, dan masyarakat lokal.
Selain menjadi atraksi wisata, Gandrung Sewu berperan dalam regenerasi penari, pengenalan sejarah dan budaya lokal, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Banyuwangi.
Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB di Pantai Boom Marina, Banyuwangi, Jawa Timur, dengan latar pemandangan Selat Bali.
Tahun ini, festival mengangkat tema “Kembang Dermo”, yang mengangkat kesakralan salah satu adat yang hidup dan berkembang di Banyuwangi. Untuk pertama kalinya, pertunjukan digelar pada malam hari dengan konsep Glow in the Dark, memadukan gerak ribuan penari, tata cahaya, dan teknologi pertunjukan tanpa meninggalkan nilai budaya Tari Gandrung.
Festival Gandrung Sewu 2026 dapat dinikmati secara gratis tanpa biaya tiket masuk. Wisatawan dapat langsung datang ke lokasi untuk menyaksikan pertunjukan tari kolosal dan menikmati hiburan yang disajikan. Pengunjung disarankan datang lebih awal serta mengikuti pengaturan akses dari penyelenggara.
Beberapa hal yang membuat festival Gandrung Sewu tahun ini berbeda antara lain:
Kolaborasi InJourney dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menempatkan Gandrung Sewu sebagai signature cultural event yang dapat menjadi penggerak perjalanan wisata lebih luas.
Baca Juga: 10 Destinasi Banyuwangi yang Wajib Dikunjungi saat Liburan
InJourney memandang pengalaman wisata sebagai ekosistem yang menghubungkan konektivitas, destinasi, atraksi, akomodasi, promosi, hingga keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal. Kehadiran event seperti Gandrung Sewu diharapkan mendorong wisatawan tidak hanya datang menyaksikan pertunjukan, tetapi juga mengunjungi destinasi lain, menginap, menikmati kuliner, serta membeli produk UMKM Banyuwangi.
InJourney Airports juga melihat konektivitas udara sebagai bagian penting dalam mendukung pertumbuhan destinasi. Koordinasi dengan maskapai dapat dilakukan untuk memetakan permintaan perjalanan serta mengevaluasi kebutuhan kapasitas penerbangan sesuai kondisi pasar dan kesiapan operasional.
Wisatawan dapat menuju Banyuwangi melalui beberapa moda transportasi:
Gandrung Sewu adalah momentum untuk melihat bagaimana tradisi dapat terus berkembang melalui kreativitas baru. Perpaduan 1.300 penari, tema Kembang Dermo, pertunjukan malam, dan konsep Glow in the Dark menghadirkan pengalaman budaya yang tetap berakar pada identitas Banyuwangi sekaligus memperkuat daya tarik daerah sebagai destinasi wisata.
Untuk informasi jadwal terbaru, kunjungi Banyuwangi Tourism dan InJourney.