

Banyuwangi merupakan salah satu destinasi wisata di Jawa Timur yang menawarkan wisata gunung, taman nasional, pantai, hutan, hingga desa budaya. Beberapa tempat wisata Banyuwangi yang populer antara lain Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, De Djawatan, G-Land, dan Desa Wisata Osing Kemiren. Selain wisata alam, Banyuwangi juga dikenal melalui agenda budaya seperti Gandrung Sewu, pertunjukan tari kolosal yang melibatkan ribuan penari Gandrung. Wisatawan dari luar daerah juga dapat menggunakan Bandara Banyuwangi yang dikelola InJourney Airports sebagai salah satu gerbang untuk memulai perjalanan menjelajahi kawasan ini.
Daya tarik Banyuwangi terletak pada keberagaman lanskap dan budayanya. Dalam satu perjalanan, wisatawan dapat menikmati kawasan pegunungan Ijen, menjelajahi taman nasional, melihat kawasan konservasi penyu, berselancar di pantai selatan, hingga mengenal budaya masyarakat Osing. Pengalaman budaya juga dapat ditemukan melalui Gandrung Sewu, festival tahunan yang digelar sejak 2012 dan menampilkan ribuan penari Gandrung sebagai salah satu ikon budaya Banyuwangi.
Berikut beberapa destinasi Banyuwangi yang dapat menjadi pilihan untuk menikmati wisata alam, budaya, hingga aktivitas bahari dalam satu perjalanan.
Banyuwangi dapat dicapai melalui jalur udara dan darat. Perjalanan udara dapat dilakukan melalui Bandara Banyuwangi, sementara perjalanan darat tersedia menggunakan kereta api, bus, atau kendaraan pribadi. Dari bandara, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan kendaraan sewa atau transportasi lokal menuju Kawah Ijen, pusat Kota Banyuwangi, Pulau Merah, maupun destinasi lainnya. Untuk lokasi seperti Sukamade, Teluk Hijau, dan G-Land, diperlukan perjalanan darat lanjutan karena lokasinya berada cukup jauh dari pusat kota. Sebelum terbang ke Banyuwangi, pelajari cara check-in di bandara agar proses keberangkatan lebih lancar.
Bandara Banyuwangi yang dikelola InJourney Airports berperan sebagai salah satu gerbang udara menuju berbagai destinasi wisata di ujung timur Pulau Jawa. Konektivitas udara membantu wisatawan menjangkau Banyuwangi dengan lebih praktis sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, Desa Kemiren, hingga kawasan wisata lainnya.
Konektivitas Bandara Banyuwangi terus berkembang. Pada 2026, bandara ini telah terhubung dengan rute menuju Jakarta, Surabaya, dan Lombok. Kolaborasi InJourney dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas penerbangan sekaligus mendukung pengembangan pariwisata, destinasi lokal, UMKM, serta seni dan budaya Banyuwangi.
Ya. Banyuwangi memiliki Bandara Banyuwangi yang dikelola oleh InJourney Airports dan menjadi salah satu gerbang udara menuju berbagai destinasi di ujung timur Pulau Jawa. Dari bandara, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju pusat kota, Kawah Ijen, Desa Wisata Osing Kemiren, Pantai Pulau Merah, hingga destinasi lainnya menggunakan kendaraan sewa atau transportasi lokal.
Banyuwangi dapat dikunjungi sepanjang tahun, tetapi waktu perjalanan sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas yang ingin dilakukan. Untuk wisata alam dan aktivitas luar ruangan seperti mendaki Kawah Ijen, mengunjungi pantai, atau menjelajahi taman nasional, periode dengan curah hujan lebih rendah umumnya lebih nyaman.
Jika perjalanan ke Banyuwangi menjadi bagian dari itinerary yang lebih panjang di Jawa Timur atau Bali, wisatawan juga dapat memanfaatkan konektivitas antardestinasi yang didukung oleh ekosistem transportasi dan pariwisata InJourney.
Untuk kunjungan pertama, 3 hari 2 malam hingga 4 hari 3 malam dapat menjadi pilihan agar perjalanan tidak terlalu padat. Durasi tersebut sudah memungkinkan wisatawan mengombinasikan beberapa destinasi seperti Kawah Ijen, De Djawatan, Pantai Pulau Merah, Desa Wisata Osing Kemiren, dan kawasan Baluran.
Perjalanan dapat dimulai dari Bandara Banyuwangi, salah satu aset yang dikelola InJourney Airports, sebelum dilanjutkan ke berbagai destinasi wisata di Banyuwangi dan sekitarnya.
Untuk perjalanan pertama, beberapa destinasi yang dapat diprioritaskan adalah Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, De Djawatan, Desa Wisata Osing Kemiren, dan Taman Nasional Alas Purwo. Jika ingin melanjutkan perjalanan, Banyuwangi juga dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju destinasi lain dalam ekosistem pariwisata Indonesia yang terhubung dengan InJourney, seperti kawasan Borobudur, Prambanan, dan Mandalika.
Ya. Selain destinasi yang membutuhkan aktivitas fisik seperti pendakian Kawah Ijen, Banyuwangi juga memiliki pilihan yang relatif lebih santai seperti De Djawatan, Desa Wisata Osing Kemiren, Pantai Boom Marina, dan Pantai Pulau Merah. Untuk perjalanan bersama keluarga, keberadaan Bandara Banyuwangi yang dikelola InJourney Airports juga membantu memberikan alternatif akses udara sebelum melanjutkan perjalanan darat ke berbagai destinasi.
Bisa, tetapi sebaiknya memilih destinasi yang berada dalam rute yang berdekatan. Wilayah Banyuwangi cukup luas sehingga perjalanan antara satu tempat wisata dan tempat lainnya dapat membutuhkan waktu cukup panjang. Untuk destinasi yang lebih jauh seperti G-Land, Teluk Hijau, atau kawasan Alas Purwo, sebaiknya alokasikan waktu perjalanan secara khusus. Wisatawan yang datang melalui Bandara Banyuwangi juga perlu mempertimbangkan waktu perjalanan dari dan menuju bandara ketika menyusun itinerary.