

Kerajinan nusantara cocok dijadikan oleh-oleh khas Indonesia karena memadukan fungsi, nilai estetis, dan identitas budaya dari berbagai daerah. Berbeda dari makanan yang memiliki masa simpan terbatas, banyak produk kerajinan dapat dipakai, dipajang, atau dikoleksi dalam waktu lama.
Pilihan kerajinan Indonesia juga sangat beragam, mulai dari wastra seperti batik, tenun, dan songket hingga kerajinan kayu, perak, bambu, serta keramik. Keragaman ini membuat wisatawan dapat memilih berdasarkan fungsi, daerah asal, gaya, dan kemudahan membawanya.
Terlebih sebagaimana data yang dilansir dari laman Kementerian UMKM, jumlah UMKM di Indonesia pada 31 Oktober 2025 mencapai 30,19 juta. Adapun kontribusinya berdampak pada perekonomian lokal mulai dari menciptakan lapangan kerja, melestarikan produk lokal, sampai pemerataan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Batik merupakan salah satu kerajinan tekstil Indonesia yang paling dikenal. Teknik, simbolisme, dan budaya batik Indonesia telah masuk dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity UNESCO sejak 2009. Motifnya berbeda-beda menurut daerah dan tradisi, sehingga sehelai batik dapat membawa karakter visual sekaligus konteks budaya yang khas.
Tenun dibuat dengan menyilangkan benang memanjang dan melintang hingga membentuk kain. Di berbagai daerah, warna, motif, bahan, serta teknik tenun berkembang dengan ciri masing-masing. Selain dijual sebagai lembaran kain, tenun juga kerap diolah menjadi pakaian, tas, dompet, dan aksesori.
Songket adalah kain tenun tradisional yang biasanya dihiasi benang tambahan, termasuk benang berwarna emas atau perak pada sejumlah tradisi. Proses pengerjaannya membutuhkan keterampilan dan ketelitian, sehingga songket kerap dipilih sebagai koleksi, busana acara khusus, atau hadiah bernilai budaya. Sarinah sendiri mengategorikan songket sebagai salah satu jenis wastra Indonesia yang tersedia di gerainya.
Rotan memiliki karakter lentur sehingga dapat dianyam atau dibentuk menjadi berbagai produk. Keranjang, tas, wadah penyimpanan, kursi kecil, hingga elemen dekorasi merupakan contoh kerajinan rotan yang relatif mudah dipadukan dengan kebutuhan rumah tangga modern.
Bambu banyak dimanfaatkan untuk benda fungsional maupun dekoratif. Pengrajin dapat mengolahnya menjadi wadah, peralatan makan, hiasan, lampu, atau cendera mata. Bentuk produk yang beragam membuat kerajinan bambu cocok bagi wisatawan yang mencari oleh-oleh berbahan alami.
Ukiran kayu hadir dalam banyak bentuk, seperti patung, topeng, panel dekoratif, dan perlengkapan rumah. Daya tariknya terletak pada detail pahatan, jenis kayu, serta gaya visual yang dapat berbeda antarwilayah. Untuk oleh-oleh, pilih ukuran yang praktis dibawa dan perhatikan aturan pengangkutan bahan kayu bila bepergian lintas negara.
Gerabah dan keramik sama-sama memanfaatkan tanah liat, tetapi teknik pembakaran dan hasil akhirnya dapat berbeda. Produk yang umum dijumpai antara lain cangkir, mangkuk, kendi, vas, dan hiasan meja. Karena mudah pecah, jenis kerajinan ini membutuhkan kemasan yang aman saat dibawa bepergian.
Daun pandan dapat dikeringkan dan dianyam menjadi tikar, tas, dompet, tempat penyimpanan, hingga aksesori. Tekstur anyamannya memberi tampilan khas sekaligus fungsi praktis. Produk berukuran kecil menjadi pilihan yang relatif ringan untuk dibawa sebagai cendera mata.
Perak dapat dibentuk menjadi cincin, gelang, anting, kalung, miniatur, dan benda dekoratif. Pada produk dengan detail rumit, proses pengerjaan menuntut keterampilan tinggi. Saat membeli, periksa informasi bahan, kadar perak jika dicantumkan, serta petunjuk perawatan agar produk lebih mudah dijaga kondisinya.
Berbagai daerah di Indonesia memiliki aksesori tradisional dengan bentuk dan makna yang berbeda. Sebagian dibuat sebagai perlengkapan upacara atau busana adat, sementara versi dekoratifnya dapat dijadikan koleksi. Karena konteks budaya setiap benda tidak selalu sama, ada baiknya memahami asal dan fungsi tradisionalnya sebelum membeli.
Dari sejumlah kerajinan khas Indonesia yang bisa dikoleksi, mencari tempat terbaik untuk mendapatkannya bisa jadi pengalaman yang berharga. Salah satu tempat yang dapat dikunjungi adalah Sarinah.
Sebagai Panggung Karya Indonesia, Sarinah menawarkan berbagai produk lokal dari perajin, UMKM, desainer, serta pelaku industri kreatif. Tidak berhenti sampai di situ, sebagai bagian dari InJourney Retail, Sarinah juga mengelola jaringan ritel guna mempromosikan produk lokal sekaligus membantu memperluas ruang bagi karya Indonesia.
Dengan demikian, kurasi karya pengrajin Indonesia juga selalu diperhatikan. Beberapa kerajinan nusantara yang bisa didapatkan di Sarinah di antaranya berupa wastra Indonesia yang meliputi batik, tenun, songket, hingga kain ikat.
Sementara, kerajinan tangan khas nusantara yang ditawarkan adalah produk-produk seperti anyaman, patung, kerajinan perak, wayang, hingga aksesori dari bahan kayu gaharu dan cendana serta hiasan rumah. Makanya, apabila Anda sedang mencari kerajinan khas Indonesia yang menarik untuk dikoleksi, Sarinah merupakan tempat yang layak dikunjungi.
Kerajinan di Indonesia sangatlah beragam. Mulai dari batik, kain songket, tenun ikat, anyaman pandan, wayang golek, wayang kulit, ukiran kayu, kerajinan dari bambu, gerabah, keris.
Selain kerajinan tangan dengan nuansa tradisional, terdapat pula beberapa kerajinan modern. Sepuluh contoh kerajinan modern adalah kerajinan daur ulang dari sampah plastik, kerajinan keramik modern, makrame modern, pot bunga dari plastik, bantalan dinding, aksesori resin, kreasi kain flanel, mainan robot dari botol bekas, lilin pengharum ruangan, tas dari kain kanvas.
Lima contoh produk kerajinan untuk pasar lokal meliputi anyaman bambu, ukiran kayu, kain batik, gerabah, dan kipas kayu cendana.