

Sebagian besar masyarakat sudah mengenal Sarinah sebagai pusat belanja legendaris di jantung ibu kota. Meskipun demikian, masih banyak orang yang menanyakan di Sarinah ada apa aja karena belum semua pengunjung memahami ragam aktivitas yang bisa dilakukan di sana.
Sarinah diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1962 dan tercatat sebagai pusat perbelanjaan modern pertama di Indonesia. Namanya diambil dari sosok pengasuh masa kecil Soekarno, sehingga gedung ini memang dirancang sejak awal untuk mengangkat produk rakyat.
Setelah revitalisasi menyeluruh dan dibuka kembali pada 2022, Sarinah Thamrin hadir dengan wajah baru sebagai etalase produk lokal, kuliner Nusantara, seni, dan budaya. Singkatnya, di Sarinah Anda dapat berbelanja produk lokal dan batik, menikmati kuliner khas Nusantara, berburu oleh-oleh serta kriya, sekaligus mengikuti berbagai kegiatan seni dan budaya.
Baca Juga: Wisata Terbaik di Indonesia 2026: Destinasi yang Wajib Masuk Bucket List.
Untuk menjawab pertanyaan di Sarinah ada apa aja, berikut lima kategori utama yang menjadi daya tarik pusat perbelanjaan milik BUMN ini.
Sarinah mengusung konsep The Window of Indonesia atau Panggung Karya Indonesia. Sekitar 80 persen tenan merupakan merek lokal, sehingga department store produk lokal ini menghadirkan busana, aksesori, dan produk gaya hidup karya anak bangsa dalam satu gedung. Konsep tersebut membedakan Sarinah dari mal komersial pada umumnya karena porsi produk dalam negerinya sangat besar.
Bagi para penikmat kuliner nusantara, pilihan kuliner Sarinah yang menyajikan cita rasa Nusantara yang lengkap akan terasa seperti surga. Melalui Pasar Nusantara Sarinah yang diluncurkan kembali seusai renovasi, pengunjung dapat menikmati 55 tenan kuliner terkurasi dengan kapasitas 316 kursi. Pilihannya beragam, mulai dari jajan pasar tradisional, aneka masakan Indonesia, sampai kedai kopi lokal untuk bersantai.
Batik Sarinah menjadi salah satu ikon utama gedung ini. Pengunjung dapat memilih koleksi wastra Nusantara, batik tulis maupun cap, serta busana modern. Kelengkapan koleksi tersebut menjadikan Sarinah rujukan utama saat masyarakat maupun wisatawan mencari batik di pusat Jakarta.
Sarinah juga menyediakan aneka kriya dan oleh-oleh khas Jakarta maupun seluruh Indonesia seperti kerajinan rotan dan bambu, wayang, hiasan dinding, serta suvenir bertema Nusantara lainnya. Produk kerajinan tangan ini cocok dijadikan buah tangan yang membawa nuansa budaya Indonesia untuk keluarga maupun rekan kerja.
Terdapat pula anjungan untuk panggung seni (performing art), ruang pameran, dan event Sarinah yang rutin digelar. Ruang ini kerap dimanfaatkan untuk aktivasi komunitas, pertunjukan budaya, serta kegiatan kreatif yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif lintas daerah.
Sebagai flagship store Sarinah, gedung yang berlokasi di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, ini menjadi wajah utama transformasi perusahaan lewat gerakan Transformasi Sarinah. Statusnya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan peran Sarinah sebagai rumah bagi produk dalam negeri. Menurut Kementerian Sekretariat Negara, transformasi ini sejalan dengan arahan Pemerintah agar pengelolaan Sarinah memberikan multiplier effect bagi perajin dan produsen lokal.
Pada 2022, puluhan delegasi KTT G20 juga berkunjung untuk melihat karya UMKM yang dikurasi di sini. Semangat tersebut mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia yang terus digaungkan Pemerintah untuk memperkuat daya saing UMKM di pasar dalam dan luar negeri. Sarinah pun aktif membawa brand lokal ke ajang internasional, salah satunya melalui partisipasi pada Osaka Expo 2025, sehingga posisinya bukan sekadar tempat belanja, melainkan juga panggung promosi karya bangsa.
Selain mengetahui di Sarinah ada apa aja, penting pula memahami aktivitas yang dapat dilakukan selama berkunjung ke Sarinah.
Pengunjung dapat berbelanja busana, batik, aksesori, serta produk perawatan diri karya merek lokal dengan kualitas yang sudah terkurasi. Aktivitas ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha dalam negeri.
Area kuliner dan kafe menyediakan ruang untuk bersantap sekaligus nongkrong bersama teman, keluarga, maupun kolega. Jam buka Sarinah pun cukup panjang mulai dari pukul pukul 07.00 hingga 22.00 WIB sehingga pengunjung bisa lebih leluasa untuk makan dan nongkrong.
Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan musik, tari tradisional, dan festival budaya. Salah satu contohnya adalah Festiloka Panggung Nusantara yang menampilkan seni etnik Indonesia, penyanyi ternama seperti Tiara Andini, serta tari daerah seperti Tari Jaranan dari Kediri dan Tari Burung Enggang dari Kalimantan.
Sarinah menjadi lokasi tepat untuk berburu oleh-oleh dan suvenir khas Indonesia, mulai dari kriya tangan sampai produk kuliner yang praktis dibawa pulang.
Dengan ragam fasilitas dan aktivitasnya, Sarinah dapat dinikmati oleh berbagai kalangan pengunjung tanpa ada batasan apa pun.
Wisatawan dari berbagai daerah dapat mengenal ragam produk dan budaya Nusantara dalam satu kunjungan yang efisien di tengah kota.
Bagi turis asing, Sarinah menjadi jendela untuk memahami kekayaan kerajinan dan kuliner Indonesia sekaligus membeli suvenir autentik sebelum kembali ke negara asal.
Pekerja di kawasan Thamrin dapat memanfaatkan Sarinah sebagai tempat makan siang, pertemuan santai, atau tempat singgah selepas jam kerja.
Keluarga dapat menghabiskan akhir pekan dengan berbelanja, bersantap, dan menikmati event budaya yang ramah untuk berbagai usia.
Lebih dari sekadar pusat perbelanjaan, Sarinah kini menjelma menjadi ruang urban tempat masyarakat dapat melihat dan menikmati langsung wajah ritel, budaya, dan kreativitas Indonesia dalam satu lokasi.
Singkatnya, Sarinah Ada Apa Aja Di sini, produk lokal, kuliner Nusantara, batik, kriya, hingga panggung seni berpadu menjadi pengalaman yang mewakili identitas bangsa di jantung Jakarta. Sebagai Badan Usaha Milik Negara, Sarinah tidak hanya menyediakan tempat bertransaksi, tetapi juga menghidupkan ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif tanah air.
Secara umum, area mal Sarinah beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB, sedangkan department store buka pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Pada momen tertentu seperti malam tahun baru, jam operasional dapat diperpanjang hingga pukul 00.00 WIB.
Sarinah menjual produk fashion, batik dan wastra, kriya, suvenir, produk kesehatan dan kebugaran, furnitur, serta karya seni. Gedung ini juga menyediakan area kuliner Sarinah khas Nusantara dan supermarket, dengan mayoritas isi berupa produk lokal.
Di sarinah ada banyak resto dengan beragam jenis kuliner mulai dari makanan Nusantara seperti Dapur Solo, Sari Ratu Kitchen, dan Bali Timbungan, makanan barat seperti Mr. Roastman, Societe, dan Dewata by Monsieur Spoon, hingga jajanan tradisional seperti Sari Sari dan area Pasar Nusantara di lantai basemen.