

Sport tourism adalah salah satu bentuk pariwisata yang memadukan aktivitas olahraga dengan pengalaman berwisata. Konsep ini semakin berkembang di berbagai negara, termasuk Indonesia, seiring meningkatnya penyelenggaraan ajang olahraga berskala nasional maupun internasional.
Tidak hanya menarik atlet dan penonton, sport tourism juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hasilnya, kunjungan wisatawan meningkat, serta citra destinasi pun semakin kuat.
Pemerintah pun menjadikan sport tourism di Indonesia sebagai salah satu strategi pengembangan sektor pariwisata. Berbagai event seperti MotoGP Mandalika, maraton internasional, hingga kompetisi olahraga pantai menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan.
Arti sport tourism secara sederhana adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan untuk mengikuti, menyaksikan, atau berpartisipasi dalam aktivitas olahraga di suatu destinasi.
Berbeda dengan wisata konvensional yang berfokus pada rekreasi atau menikmati objek wisata, sport tourism memiliki unsur olahraga sebagai alasan utama seseorang melakukan perjalanan. Wisatawan dapat datang sebagai peserta kompetisi, pendukung, maupun penonton sebuah ajang olahraga.
Secara umum, sport tourism terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu:
Jenis ini berpusat pada penyelenggaraan event olahraga. Wisatawan datang untuk menyaksikan atau mengikuti kompetisi tertentu, baik tingkat lokal maupun internasional.
Contohnya adalah MotoGP di Mandalika, kejuaraan triathlon, turnamen golf, hingga maraton internasional.
Pada kategori ini, wisatawan secara langsung melakukan aktivitas olahraga selama berlibur.
Beberapa aktivitas yang populer meliputi:
Jenis wisata ini banyak diminati karena menawarkan pengalaman aktif sekaligus menikmati keindahan alam destinasi.
Spectator Sport Tourism adalah jenis sport tourism di mana seseorang melakukan perjalanan ke suatu destinasi dengan tujuan utama menonton atau menyaksikan pertandingan maupun ajang olahraga, bukan untuk ikut berpartisipasi sebagai atlet atau peserta. Contohnya adalah menonton pertandingan sepak bola, mengunjungi museum olahraga, atau menghadiri balapan internasional sebagai penonton.
Perkembangan sport tourism Indonesia semakin terlihat melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga yang berhasil menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit merupakan salah satu contoh sport tourism terakbar di Indonesia. Ajang balap dunia ini berhasil menarik ratusan ribu penonton sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal. Pemerintah juga menjadikan MotoGP sebagai bagian dari strategi nation branding Indonesia di mata dunia.
Ajang lari ini memadukan olahraga dengan panorama kawasan Mandalika. Ribuan peserta dari berbagai daerah datang tidak hanya untuk berlari, tetapi juga menikmati destinasi wisata di Lombok.
Indonesia juga memiliki berbagai event lari dan balap sepeda yang masuk dalam kalender tahunan, seperti:
Event-event tersebut menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkenalkan budaya dan keindahan alam daerah penyelenggara.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia juga memiliki banyak destinasi yang cocok untuk olahraga pantai, seperti:
Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi salah satu contoh nyata pengembangan sport tourism di Indonesia. Menurut Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sport tourism adalah konsep yang mengintegrasikan kegiatan olahraga dengan sektor pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Konsep tersebut diterapkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menggabungkan penyelenggaraan ajang olahraga internasional dengan potensi wisata alam dan budaya. Selain menjadi tuan rumah MotoGP, Mandalika juga menjadi lokasi berbagai event olahraga seperti lari, balap sepeda, dan kegiatan olahraga komunitas.
Pengembangan kawasan ini didukung oleh infrastruktur pariwisata yang terus ditingkatkan. Melalui kolaborasi pemerintah dan pengelola kawasan, Mandalika diposisikan sebagai destinasi sport tourism unggulan untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global. Sementara itu, penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Pariwisata Pesona (2024) menunjukkan bahwa penyelenggaraan MotoGP Mandalika memberikan pengaruh positif terhadap citra destinasi, kepuasan wisatawan, dan minat berkunjung kembali.
Pengembangan sport tourism memberikan berbagai manfaat bagi daerah penyelenggara, antara lain:
Event olahraga berskala besar mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah maupun luar negeri sehingga meningkatkan jumlah kunjungan ke destinasi.
Selama penyelenggaraan event, tingkat hunian hotel biasanya meningkat karena peserta, kru, media, dan penonton membutuhkan akomodasi.
Pelaku usaha kuliner, kerajinan, transportasi, hingga penyedia jasa wisata memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas ekonomi selama event berlangsung.
Ajang olahraga internasional menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan destinasi kepada dunia. Publikasi melalui media global membantu membangun citra positif suatu daerah sebagai tujuan wisata berkualitas.
Sport tourism bukan sekadar menggabungkan olahraga dan perjalanan, tetapi juga menjadi strategi penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dengan menghadirkan event olahraga berkualitas, sebuah destinasi dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus membangun citra di tingkat internasional.
Keberhasilan Mandalika menunjukkan bahwa sport tourism adalah peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan sektor pariwisata yang berdaya saing. Didukung kolaborasi pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, konsep ini berpotensi terus berkembang serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Sport tourism adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan untuk mengikuti, menyaksikan, atau berpartisipasi dalam aktivitas olahraga di suatu destinasi wisata.
Pariwisata olahraga merupakan konsep wisata yang menggabungkan kegiatan olahraga dengan pengalaman berwisata sehingga memberikan manfaat bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Secara umum terdapat tiga jenis sport tourism, yaitu event-based sport tourism, active sport tourism, dan nostalgia atau spectator sport tourism.