

Jakarta, 26 Juni 2026 - Dalam empat tahun terakhir, InJourney tidak hanya membangun ekosistem aviasi dan pariwisata Indonesia yang semakin terintegrasi, tetapi juga memperkuat keterbukaan informasi sebagai bagian dari transformasi perusahaan.
Sebagai strategic holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, InJourney mengelola ekosistem yang melayani sekitar 162 juta penumpang, 9,2 juta pengunjung destinasi wisata, menyelenggarakan lebih dari 540 event dan program, serta didukung oleh 49.045 karyawan di berbagai wilayah Indonesia. Dengan aset dalam pengelolaan mencapai Rp102 triliun, kebutuhan akan informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses menjadi semakin penting.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari transformasi perusahaan yang tengah dijalankan.
"Transformasi tidak hanya tentang menghadirkan layanan, destinasi, dan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat. Transformasi juga tentang membangun kepercayaan. Karena itu, InJourney berkomitmen untuk menghadirkan informasi yang terbuka, akurat, dan mudah diakses agar masyarakat dapat memahami berbagai program, inovasi, dan kontribusi yang kami lakukan dalam membangun ekosistem aviasi dan pariwisata Indonesia," ujar Maya.
Perjalanan transformasi tersebut juga tercermin dari capaian InJourney dalam aspek transparansi dan tata kelola informasi. Dalam kurun waktu tiga tahun, skor perusahaan meningkat signifikan dari 17,68 pada tahun 2022 menjadi 91,11 pada tahun 2023, 94,87 pada tahun 2024, dan mencapai 98,81 pada tahun 2025. Pencapaian tersebut mengantarkan InJourney masuk dalam jajaran empat besar BUMN dengan nilai keterbukaan informasi tertinggi di Indonesia serta mempertahankan predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat.
Menjangkau Publik Melalui Ekosistem Informasi yang Terintegrasi
Bagi InJourney, keterbukaan informasi tidak hanya diwujudkan melalui layanan permohonan informasi publik. Perusahaan membangun berbagai kanal komunikasi yang memungkinkan masyarakat memperoleh informasi mengenai transformasi sektor aviasi dan pariwisata secara lebih mudah dan cepat.
Saat ini masyarakat dapat mengakses informasi melalui website korporasi, portal PPID, media sosial, media publikasi digital, portal karir, whistleblowing system, hingga berbagai platform informasi yang terintegrasi di lingkungan InJourney Group. InJourney juga didukung oleh 442 aset media yang tersebar di berbagai titik layanan publik dan destinasi wisata untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
Kanal media sosial perusahaan turut menjadi salah satu pintu informasi utama bagi publik. Akun Instagram @injourney.id kini menjangkau lebih dari 103 ribu pengikut dan didukung berbagai kanal digital lainnya yang secara aktif menyampaikan informasi mengenai pengembangan destinasi wisata, transformasi layanan kebandarudaraan, event internasional, program keberlanjutan, hingga peluang pengembangan talenta.
Selain itu, berbagai informasi strategis perusahaan juga disampaikan melalui laporan tahunan, laporan keberlanjutan, media publikasi digital, podcast, newsletter, serta kolaborasi komunikasi bersama media massa, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan.
Ketika Transparansi Menjadi Percakapan Publik
Keterbukaan informasi yang dilakukan InJourney tidak berhenti pada penyediaan kanal dan dokumen. Informasi mengenai transformasi perusahaan secara aktif dikomunikasikan kepada publik sehingga dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sepanjang triwulan pertama tahun 2026, InJourney Group memperoleh lebih dari 75.000 pemberitaan di berbagai media nasional dan daerah dengan rata-rata lebih dari 2.400 pemberitaan setiap hari. Sebanyak 74 persen pemberitaan tersebut memiliki tonalitas positif, menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap berbagai program dan inisiatif yang dijalankan perusahaan.
Berbagai topik yang mendapat perhatian publik antara lain kesiapan operasional bandara selama periode mudik dan libur nasional, pengembangan destinasi unggulan seperti Borobudur, Taman Mini Indonesia Indah, Mandalika, penyelenggaraan event internasional, program keberlanjutan, hingga berbagai inovasi yang mendukung peningkatan kualitas layanan aviasi dan pariwisata nasional.
Melalui pendekatan ini, keterbukaan informasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi ruang dialog yang mempertemukan perusahaan dengan masyarakat, pengguna jasa, komunitas, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dari Layanan Informasi Menuju Budaya Keterbukaan
Keberhasilan keterbukaan informasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan kanal komunikasi, tetapi juga oleh tata kelola dan budaya organisasi yang mendukung transparansi.
Karena itu, InJourney terus memperkuat sinergi keterbukaan informasi di seluruh grup melalui forum koordinasi komunikasi, workshop PPID, monitoring dan evaluasi internal, program pendampingan kepada anak perusahaan, serta berbagai kegiatan peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang mengelola informasi publik.
Perusahaan juga mengembangkan berbagai inovasi digital untuk mendukung layanan informasi yang lebih responsif, termasuk portal PPID, sistem whistleblowing yang terintegrasi, command center pemantauan keluhan pelanggan secara real time, hingga berbagai platform digital yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai layanan, destinasi, maupun program strategis perusahaan.
Di sisi lain, InJourney turut mendorong peningkatan literasi informasi melalui program InJourney Peduli Literasi yang telah dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia. Program ini menghadirkan berbagai kegiatan seperti gerakan donasi buku, pengembangan reading corner, serta edukasi literasi informasi yang melibatkan sekolah dan komunitas lokal.
Bagi InJourney, keterbukaan informasi bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi. Transparansi merupakan fondasi untuk membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, dan memastikan setiap transformasi yang dilakukan perusahaan dapat dipahami serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada akhirnya, keterbukaan informasi bukan hanya tentang apa yang disampaikan kepada publik, tetapi juga tentang bagaimana kepercayaan dibangun dari waktu ke waktu. Perjalanan InJourney menunjukkan bahwa transparansi, kolaborasi, dan komunikasi yang terbuka merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem aviasi dan pariwisata Indonesia yang semakin kuat dan berkelanjutan.