

Yogyakarta, 26 November 2025 – Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyelenggarakan InJourney Sahakarya-Bersama Berkaya, Ciptakan Maha Karya, sebagai momentum penting untuk mempertemukan seluruh jajaran Board of Commissioners (BoC) dan Board of Directors (BoD) dari InJourney Grup di Prambanan, Yogyakarta, pada Rabu (26/11). Pada acara ini dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh direksi InJourney Group. Penandatanganan komitmen bersama ini menjadi pondasi penting bagi sinergi dan kolaborasi InJourney ke depan dalam mewujudkan ekosistem pariwisata Indonesia yang semakin kuat dan berkelanjutan.
InJourney Sahakarya menjadi sebuah momen penting karena mengumpulkan seluruh jajaran pimpinan InJourney Group. Acara ini menjadi sebuah ruang konsolidasi penting bagi para pimpinan InJourney Group untuk menyamakan visi dan memastikan arah transformasi menuju InJourney 2026 berjalan solid, sinergis, dan berfokus pada peningkatan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.
“Ekosistem menjadi lebih solid dengan adanya InJourney Airports, InJourney Air Services, InJourney Destination Management, InJourney Hospitality, InJourney Retail, InJourney Tourism Development. Dengan visi yang jelas bahwa kita ingin menjadi pemimpin ekosistem di sektor aviasi dan pariwisata. Ini yang harus kita pegang teguh,” kata Maya Watono
Komisaris Utama InJourney, Iwan Setiawan menyebutkan pentingnya kolaborasi di ekosistem aviasi dan pariwisata. “Bersama-sama kita membangun mahakarya untuk Indonesia, membangun masterpiece yang hebat. Untuk itu dibutuhkan masterplan yang tepat,” kata Iwan Setiawan.
Transformasi ekosistem pariwisata dan aviasi Indonesia telah memasuki fase penting. Sejak berdiri pada 2022, InJourney berhasil menyatukan seluruh rantai sektor, mulai dari bandara, layanan aviasi, destinasi, perhotelan hingga ritel ke dalam satu ekosistem terintegrasi yang mendorong efisiensi, meningkatkan standar layanan, serta menghadirkan pengalaman wisata kelas dunia.
“Indonesia memiliki potensi pariwisata terbesar di Asia Tenggara, akan tetapi tingkat kunjungan dan kontribusi ekonomi masih tertinggal dari negara lain. Karena itu, InJourney memfokuskan upaya pada peningkatan konektivitas internasional, penguatan pemasaran destinasi, dan percepatan pengembangan kawasan prioritas. Setiap wisatawan internasional membawa dampak ekonomi signifikan, sehingga peningkatan 10 juta wisatawan hingga 2029 diproyeksikan memberikan tambahan ratusan triliun rupiah bagi perekonomian nasional dan menciptakan jutaan lapangan kerja baru,” kata Maya Watono.
Tahun 2024 menjadi tonggak bersejarah karena InJourney untuk pertama kalinya mencatatkan laba. Capaian tersebut menjadi sebuah penanda keberhasilan restrukturisasi menyeluruh dan transformasi model bisnis. Memasuki 2026, InJourney akan mempercepat program strategis, termasuk transformasi bandara utama, peningkatan pendapatan non-aero, standardisasi layanan, serta konsolidasi dan revitalisasi lebih dari 50 hotel milik negara untuk memperkuat citra Indonesian hospitality.
Selanjutnya, InJourney menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi utama. Melalui program penguatan UMKM, pengembangan SDM, konservasi budaya dan lingkungan, serta inisiatif sustainable tourism, InJourney berkomitmen meninggalkan legacy positif bagi Indonesia. Nilai gotong royong serta prinsip kepemimpinan Ing Ngarso Sung Tulodo menjadi pedoman dalam memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Dengan visi menjadi ekosistem aviasi dan pariwisata terdepan di kawasan, InJourney siap memainkan peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi, meningkatkan daya saing global Indonesia, dan memastikan manfaat besar sektor pariwisata dapat dirasakan oleh masyarakat luas secara berkelanjutan,” tambah Maya Watono.
Pariwisata menjadi salah satu sektor yang strategis untuk menggerakan perekonomian Indonesia. Kekayaan alam yang indah dan keanekaragaman budaya yang istimewa membuat Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor pariwisata. Data BPS menunjukkan perkembangan positif dengan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 3,37 juta pada Kuartal IV 2024, tumbuh 10,3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara perjalanan wisatawan nusantara mencapai 263 juta, meningkat 23,2 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ini menegaskan besarnya potensi yang dapat dioptimalkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, baik dari pemerintah pusat dan daerah, industri aviasi, pengelola destinasi pariwisata, pelaku hotel dan ritel, hingga komunitas pariwisata. Dukungan yang kuat dan sinergis menjadi kunci agar ekosistem pariwisata dan aviasi dapat berkembang secara bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan.
Sebagai holding yang membawahi rantai sektor secara menyeluruh, mulai dari bandara, layanan aviasi, destinasi, perhotelan, dan ritel, InJourney memegang peran strategis untuk memperkuat integrasi dan transformasi industri melalui enam anak perusahaan yang saling terhubung. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan bernilai tambah bagi seluruh wisatawan domestik maupun mancanegara.