Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) memiliki tiga terminal penumpang utama, yaitu Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3. Setiap terminal melayani kombinasi penerbangan dan maskapai yang dapat berubah mengikuti pengaturan operasional bandara. Karena itu, penumpang sebaiknya selalu mengecek terminal pada tiket, aplikasi maskapai, atau kanal resmi bandara sebelum berangkat.
Memahami fungsi tiap terminal membantu Anda memperkirakan lokasi check-in, fasilitas yang tersedia, serta cara berpindah terminal jika diperlukan. Peta terminal digital juga berguna untuk menemukan area keberangkatan, kedatangan, pengambilan bagasi, transportasi, dan layanan penumpang.
Terminal Bandara Soekarno-Hatta

Terminal Bandara Soekarno-Hatta
Bandara Soekarno-Hatta dikelola oleh InJourney Airports (PT Angkasa Pura Indonesia). Pengembangannya mencakup peningkatan kapasitas, teknologi, fasilitas, serta pengalaman penumpang dengan pendekatan Indonesian hospitality.
Terminal | Fungsi | Penerbangan /Maskapai | Fasilitas & Pengembangan |
Terminal 1 | Utamanya melayani penerbangan domestik, terutama LCC | Penerbangan domestik | Revitalisasi interior, penataan area check-in dan keamanan, tambahan fasilitas publik, area komersial, serta optimalisasi baggage conveyor. |
Terminal 2 | Melayani penerbangan domestik dan internasional berbiaya hemat | 2D & 2E: domestik; 2F: internasional LCC serta haji dan umrah | Pembaruan interior, penataan departure hall dan boarding lounge, fasilitas imigrasi, lounge, musala, F&B, serta peningkatan baggage belt. |
Terminal 3 | Terminal terbesar untuk penerbangan domestik dan internasional | Garuda Indonesia serta berbagai maskapai internasional seperti Singapore Airlines, Emirates, dan Qatar Airways | Self check-in kiosk, autogate/e-gate, area ritel dan duty-free, sistem bagasi modern, hotel transit, serta koneksi Skytrain antar terminal. |
Terminal 1

Terminal 1 merupakan bangunan terminal tertua di Bandara Soekarno-Hatta dan mulai dibuka untuk umum pada 1985. Terminal ini berada di sisi selatan kawasan bandara dan dirancang untuk melayani penerbangan domestik, terutama maskapai berbiaya hemat atau low-cost carrier (LCC).
Terminal 1 terbagi menjadi tiga sub-terminal, yaitu Terminal 1A, 1B, dan 1C. Seiring perkembangan kebutuhan penumpang, sejumlah bagian terminal mendapatkan revitalisasi dan penataan untuk meningkatkan kenyamanan serta efisiensi alur perjalanan.
Beberapa pengembangan yang dilakukan meliputi:
- Pembaruan interior dan suasana terminal: Revitalisasi menghadirkan tampilan yang lebih modern dan segar dengan tetap mempertahankan karakter arsitektur yang sudah menjadi bagian dari sejarah terminal. Salah satu contohnya terdapat di Terminal 1C, dengan ornamen lampu gantung klasik yang tetap dipertahankan.
- Penataan area check-in dan pemeriksaan keamanan: Alur pergerakan penumpang ditata kembali untuk membantu memperlancar proses pelaporan dan mengurangi antrean di area pemeriksaan keamanan.
- Peningkatan kapasitas dan infrastruktur: Kapasitas pelayanan Terminal 1A ditingkatkan, begitu pula Terminal 1C. Penambahan konter check-in juga dilakukan untuk mendukung kelancaran proses keberangkatan.
- Pengembangan area komersial: Area makanan, minuman, ritel, dan kebutuhan perjalanan diperluas sehingga penumpang memiliki lebih banyak pilihan selama berada di terminal.
- Peningkatan fasilitas publik: Penumpang dapat menemukan fasilitas seperti toilet, musala, stasiun pengisian daya gawai, dan area duduk.
- Optimalisasi penanganan bagasi: Penambahan conveyor belt di area kedatangan membantu mempercepat proses distribusi bagasi penumpang.
Terminal 2

Terminal 2 Soekarno-Hatta berada di sisi barat laut kawasan bandara dan berseberangan dengan Terminal 1. Terminal ini menggabungkan gaya arsitektur tradisional dengan fasilitas modern dan terbagi menjadi sub-terminal 2D, 2E, serta 2F.
Secara umum, Terminal 2 melayani penerbangan domestik serta penerbangan internasional dari maskapai berbiaya hemat. Sub-terminal 2D dan 2E digunakan untuk penerbangan domestik, sedangkan Terminal 2F memiliki fungsi khusus untuk melayani penerbangan internasional berbiaya hemat serta mendukung kebutuhan perjalanan haji dan umrah.
Sejumlah pengembangan yang dilakukan di Terminal 2 meliputi:
- Pembaruan interior: Area terminal ditata agar memiliki suasana yang lebih bersih, nyaman, dan estetik dengan tetap mempertahankan sentuhan budaya lokal.
- Penataan area keberangkatan: Area departure hall, konter check-in, dan boarding lounge disusun untuk menciptakan alur pergerakan penumpang yang lebih lancar.
- Pengembangan fasilitas penerbangan internasional: Terminal 2F mendapatkan peningkatan fasilitas, termasuk jalur imigrasi, area ritel, serta pilihan gerai makanan dan minuman.
- Peningkatan fasilitas pendukung: Fasilitas yang tersedia mencakup lounge, musala, dan area tunggu publik.
- Peningkatan area pengambilan bagasi: Sistem baggage belt ditingkatkan untuk mendukung proses pengambilan bagasi penumpang.
- Fasilitas untuk haji dan umrah: Terminal ini menyediakan fasilitas yang mendukung perjalanan rombongan haji dan umrah, termasuk area tunggu bersama yang memudahkan koordinasi jemaah.
Terminal 3

Terminal 3 Soekarno-Hatta merupakan terminal penumpang terbaru dan terbesar di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Terminal ini berada di sisi timur laut kawasan bandara dan mengusung konsep arsitektur modern kontemporer yang ramah lingkungan.
Dengan luas lantai yang mencapai sekitar 422.804 meter persegi, terminal ini menjadi salah satu fasilitas utama untuk melayani penerbangan domestik dan internasional. Terminal 3 juga menjadi pusat layanan penuh atau full-service untuk penerbangan Garuda Indonesia serta melayani berbagai maskapai internasional, termasuk Singapore Airlines, Emirates, dan Qatar Airways.
Berbagai fasilitas dan pengembangan yang tersedia di Terminal 3 antara lain:
- Desain interior modern dan luas: Area terminal memiliki ruang yang luas dengan elemen tanaman hijau dan taman vertikal dalam ruangan untuk memberikan suasana yang lebih segar.
- Fasilitas check-in: Tersedia ratusan konter check-in yang dilengkapi dengan mesin self check-in kiosk untuk membantu mempercepat proses keberangkatan.
- Fasilitas keamanan dan imigrasi: Terminal dilengkapi dengan autogate, e-gate imigrasi, serta ruang tunggu keberangkatan yang luas.
- Area F&B dan ritel: Penumpang dapat menemukan restoran, butik, toko ritel, hingga toko bebas bea atau duty-free shop.
- Teknologi dan sistem keamanan: Terminal menggunakan sistem pengawasan dan manajemen gedung berbasis teknologi untuk mendukung keamanan sekaligus efisiensi operasional.
- Sistem pengambilan bagasi: Area baggage claim didukung sejumlah baggage belt dan sistem penanganan bagasi yang dirancang untuk meningkatkan keamanan serta kelancaran distribusi bagasi.
- Akses transportasi: Terminal 3 terhubung dengan fasilitas parkir terpadu, hotel transit, serta Skytrain atau Airport People Mover System (APMS) yang dapat digunakan secara gratis untuk berpindah antarterminal.
Bandara Soekarno-Hatta dalam Ekosistem InJourney Airports
Pengembangan Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3 merupakan bagian dari upaya InJourney Airports dalam meningkatkan kualitas layanan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Transformasi tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menggabungkan infrastruktur berteknologi tinggi dengan pelayanan yang mengedepankan Indonesian hospitality.
Pengelolaan kapasitas terminal, penyempurnaan alur kedatangan dan keberangkatan, pengembangan fasilitas komersial, serta peningkatan pengalaman penumpang menjadi bagian dari transformasi tersebut. Dengan pendekatan ini, terminal Bandara Soekarno Hatta tidak hanya berfungsi sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan pesawat, tetapi juga menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan penumpang.