Pertanyaan siapa yang membangun Candi Borobudur sering muncul karena tidak ada catatan tunggal yang secara langsung menyebut nama pembangunnya. Meskipun begitu, sejarah memberikan beberapa petunjuk kuat yang membantu menjelaskan asal-usulnya. Berikut ini fakta dan teori utama berdasarkan penelitian sejarah.
Teori Sejarawan tentang Pembangun Borobudur
Candi Borobudur terletak di Jalan Badrawati, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi Borobudur menyimpan misteri karena tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan siapa pembuatnya. Pada masa itu, pencatatan sejarah lebih berfokus pada kerajaan daripada individu. Meski demikian, kemegahan dan kompleksitas Borobudur menunjukkan bahwa pembangunannya melibatkan perencanaan matang, tenaga kerja besar, dan dukungan kuat dari kekuasaan kerajaan.
Jika Anda ingin menempatkannya dalam rute wisata yang lebih luas, lihat juga rekomendasi wisata di Jawa Tengah.
Untuk menjawab pertanyaan siapa yang membangun Candi Borobudur, para ahli mengandalkan kombinasi bukti sejarah dan arkeologi.
Dinasti Syailendra sebagai Inisiator
- Sebagian besar teori menyebut Dinasti Syailendra sebagai pihak utama di balik pembangunan Borobudur. Dinasti ini dikenal sebagai penguasa wilayah Jawa Tengah pada abad ke-8 hingga ke-9. Mereka juga dikenal kuat dalam ajaran Buddha Mahayana, yang sesuai dengan konsep Borobudur. Dalam sejarah Candi Borobudur, Dinasti Syailendra memiliki sumber daya dan pengaruh politik untuk membangun proyek sebesar ini. Ini menjadi indikasi kuat tentang siapa yang berada di balik pembangunan awal.
Raja Samaratungga sebagai Tokoh Utama
- Raja Samaratungga sering disebut sebagai sosok yang memerintahkan pembangunan Borobudur. Ia merupakan salah satu raja penting dari Dinasti Syailendra. Di bawah kepemimpinannya, proyek pembangunan diperkirakan mencapai tahap utama. Meskipun tidak ada bukti langsung yang menyebut namanya sebagai pembangun, keterkaitannya dengan proyek ini sangat kuat dalam kajian sejarah.
Bukti Prasasti Karangtengah dan Gaya Arsitektur
- Prasasti Karangtengah menjadi salah satu sumber penting dalam memahami siapa yang membangun Candi Borobudur. Prasasti ini menyebut pembangunan bangunan suci oleh raja dari Dinasti Syailendra. Selain itu, gaya arsitektur Borobudur juga mencerminkan pengaruh kuat budaya Buddha Mahayana. Hal ini sejalan dengan karakter Dinasti Syailendra.
Berapa Lama Candi Borobudur Dibangun?
Berdasarkan penelitian, pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu sekitar 75 tahun. Proses ini mencakup perencanaan, pengumpulan material, hingga pembangunan bertahap.
Dalam konteks dunia, durasi ini cukup panjang, tetapi tidak berbeda jauh dengan monumen besar lain. Misalnya:
- Katedral besar di Eropa bisa dibangun lebih dari 100 tahun
- Piramida Mesir juga memerlukan puluhan tahun
Hal ini menunjukkan bahwa Borobudur adalah proyek besar dengan perencanaan jangka panjang. Ini memperkuat pemahaman bahwa sejarah Candi Borobudur melibatkan sistem kerja yang kompleks.
Siapa yang Merenovasi dan Memulihkan Borobudur?
Borobudur tidak selalu dalam kondisi seperti sekarang. Setelah lama terlupakan, beberapa tahap restorasi dilakukan, yakni:
Restorasi Era Raffles (1814)
- Borobudur ditemukan kembali pada tahun 1814 oleh tim yang dipimpin Thomas Stamford Raffles. Saat itu, candi tertutup tanah dan vegetasi.
Pemugaran Van Erp (1907–1911)
- Pemugaran pertama dilakukan oleh Theodor van Erp. Fokusnya adalah memperkuat struktur dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Ini menjadi langkah awal pelestarian modern. Untuk contoh isu pelestarian yang masih relevan hari ini, Anda dapat membaca pemindahan Arca Unfinished Buddha di Borobudur.
Pemugaran Besar UNESCO (1973–1983)
- Pemugaran terbesar dilakukan oleh pemerintah Indonesia bersama UNESCO. Proyek ini memperbaiki struktur secara menyeluruh dan memastikan kelestarian jangka panjang.
Saat ini, kawasan Borobudur dikelola oleh InJourney Destination sebagai bagian dari pengembangan destinasi heritage nasional.
Pengelolaan ini memastikan pengalaman wisata lebih tertata, aman, dan informatif. Untuk mempermudah perjalanan, Anda bisa cek informasi lengkap serta membeli tiket masuk dan aktivitas resmi melalui laman ini.
Selain sebagai situs sejarah, Borobudur juga tetap menjadi ruang spiritual melalui perayaan Waisak di Candi Borobudur 2026.