

Menurut laman bimasbuddha.kemenag.go.id, terdapat 1.460 relief Candi Borobudur yang menceritakan kisah dan 1.212 relief hias dengan total 2.672 panel menutupi area 2.500 meter persegi. Adapun relief-relief tersebut dipahat pada dinding candi secara detail.
Keberadaan relief tersebut membuat Candi Borobudur tak hanya menarik secara visual, tetapi juga bisa menjadi pengalaman menarik bagi wisatawan terlebih soal perspektif yang lebih mendalam dari warisan budaya Indonesia. Untuk tiket masuknya, Anda bisa membelinya di sini!
Dalam Jurnal Gerakan Semangat Buddhayana (JGSB) yang ditulis Lieke Laurent dkk., relief Candi Borobudur menggambarkan berbagai aspek ajaran Buddha dan kehidupan manusia serta dapat dilihat sebagai rekaman visual rinci dari perjalanan spiritual.
Pada setiap panelnya mencerminkan pula berbagai macam bentuk seperti fauna, manusia, flora, dan transportasi dari masa lalu. Beberapa relief di Candi Borobudur tersebut di antaranya relief Lalitavistara, relief Jataka-Awadana, dan relief Gandavyuha. Di sisi lainnya, relief-relief itu pun menunjukkan pembagian vertikal Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu.
Apabila ditelisik, rangkaian relief Borobudur tidak hanya dibuat sekadar ornamen semata, tetapi menjadi serupa pesan dan narasi yang menyatu dengan arsitektur candi.
Secara umum, relief Candi Borobudur mempunyai fungsi yang berhubungan erat dengan penyampaian nilai-nilai dan ajaran. Lewat gambar yang dipahat, berbagai cerita dan pesan bisa disampaikan kepada masyarakat pada masa itu.
Contohnya seperti relief Candi Borobudur Karmawibhangga yang mengisahkan hukum sebab-akibat. Adapun pahatannya menunjukkan laku manusia dan konsekuensinya. Maka, dengan begitu relief tersebut dapat dipahami sebagai representasi visual soal hubungan antara tindakan dan akibat yang diterima manusia.
Relief ini berada di bagian kaki candi yang menerangkan laku manusia yang mengandung kebajikan, kejahatan, dan segala akibat dari melakukannya. Ada 54 bagian dalam Karmawibhangga yang menjelaskan hubungan antara tindakan dan akibatnya.
Relief Lalitavistara berada pada dinding utama tingkat I yang mengisahkan kehidupan sang Buddha di Surga Tushita sampai dengan penyampaian khutbah pertama di Taman Rusa.
Terpahat pada dinding utama lorong tingkat I dan pagar langkan tingkat I dan II, Jataka menceritakan kisah tentang Bodhisattva yang mengalami kelahiran berulang kali dalam sejumlah wujud guna membantu manusia mencapai jalan kebudhhaan.
Menggambarkan cerita yang sama dengan relief Jataka, tetapi pelaku utama dalam cerita pada relief Avadana bukanlah Sang Boddhisattva melainkan tokoh lain. Tokoh tersebut dapat berupa manusia atau hewan yang biasanya bukan jelmaan Boddhisattva.
Cerita yang digambarkan pada relief Gandavyuha adalah tentang pengembaraan Sudhana, dari satu guru ke guru lainnya guna mencapai kebudhaan. Relief ini berada di dinding utama lorong tingkat II.
Relief ini menceritakan usaha Sudhana untuk mencapai kebuddhaan dengan cara berguru kepada Boddhisatva Maitreya dan Boddhisatva Samanthabhadra. Untuk lokasinya dapat dilihat di dinding utama lorong tingkat II dan IV.
Jika ada kisah yang menceritakan perkara cinta, itu adalah relief Sudhana dan Manohara. Pesannya tentang cinta, kebijaksanaan, hingga pencapaian spiritual yang penting dalam hidup manusia.
Relief candi Borobudur Arupadhatu ada di puncak. Cerita yang digambarkan dalam relief ini soal tingkat kesucian yang lebih tinggi dari bentuk material dan hal-hal berbau duniawi.
Tak kalah menarik, wisatawan juga mesti bersiap untuk menghadiri penampilan maestro tenar dunia asal Italia, Andrea Bocelli yang dijadwalkan bakal menghelat konser bertajuk “Romanza 30th Anniversary World Tour” di kawasan Candi Borobudur, 31 Oktober 2026 mendatang.
Kehadiran Andrea Bocelli di Indonesia, khususnya di kawasan Candi Borobudur, mempunyai arti penting nan istimewa. Pasalnya, momentum tersebut akan mempertemukan musik kelas dunia dengan kekayaan destinasi, budaya, dan heritage Indonesia.
Pengalaman-pengalaman tersebut diyakini dapat membuat kunjungan Anda ke destinasi wisata ini semakin seru. Bahkan, bukan tidak mungkin akan terus terngiang seumur hidup..
Relief yang ada di Candi Borobudur 2.672 panel relief yang terbagi dalam dua jenis utama, yakni panel naratif dan dekoratif. Beberapa relief yang dikenal antara lain relief Karmawibhangga, Lalitavistara, hingga Arupadhatu.
Secara garis besar, relief di Candi Borobudur mengisahkan perihal ajaran moral Buddha, riwayat hidup Buddha, dan gambaran kehidupan masyarakat pada masa itu.
Arti relief di Candi Borobudur punya makna sebagai catatan visual perjalanan spiritual manusia serta gambaran hukum sebab-akibat.