

Kawasan pariwisata Nusa Dua atau The Nusa Dua adalah destinasi wisata terpadu seluas sekitar 359,7 hektare di bagian tenggara Bali yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC. Kawasan ini menjadi bagian dari ekosistem InJourney dan dikenal dengan hotel berbintang, pantai, fasilitas MICE, pusat perbelanjaan, kuliner, hingga atraksi seni dan budaya.
Beberapa tempat dan fasilitas yang dapat ditemukan di The Nusa Dua antara lain Water Blow, Peninsula Island, Pantai Geger, Museum Pasifika, Bali Collection, Bali International Convention Centre (BICC), Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), serta berbagai hotel dan resort berbintang.
Dengan fasilitas yang terintegrasi tersebut yang bisa dicek di Instagram, kawasan pariwisata Nusa Dua dapat menjadi pilihan untuk wisata keluarga, liburan pantai, perjalanan bisnis, hingga penyelenggaraan konferensi dan acara internasional.
Kawasan pariwisata Nusa Dua adalah kawasan wisata terpadu di Bali yang menggabungkan akomodasi, pantai, atraksi, fasilitas MICE, pusat belanja, restoran, wellness, dan ruang terbuka dalam satu kawasan.
Secara umum, pengalaman di kawasan ini dapat dikelompokkan menjadi:
Fasilitas di kawasan pariwisata Nusa Dua mencakup hotel dan resort, convention center, pusat belanja, restoran, rumah sakit, fasilitas wellness, serta layanan transportasi di dalam kawasan.
The Nusa Dua berada di bagian tenggara Bali dan dapat dijangkau dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggunakan kendaraan darat.
Waktu perjalanan umumnya sekitar 20–30 menit, tergantung kondisi lalu lintas.
Pilihan transportasi yang dapat digunakan antara lain:
Pilihan kendaraan dapat disesuaikan dengan jumlah penumpang, bagasi, dan lokasi tujuan di dalam kawasan.
Keberadaan Bali Mandara Toll Road turut mendukung akses darat antara kawasan bandara dan Nusa Dua. Namun, waktu perjalanan tetap dapat berubah ketika lalu lintas padat, musim liburan, atau berlangsung acara berskala besar.
Pergerakan di dalam kawasan The Nusa Dua dapat dilakukan menggunakan shuttle ITDC, berjalan kaki, atau bersepeda.
Layanan shuttle ITDC menghubungkan sejumlah hotel dengan lokasi seperti Bali Collection, BICC, BNDCC, dan akses menuju pantai.
Jalur pedestrian yang tersedia di sejumlah area juga memungkinkan wisatawan mengeksplorasi kawasan dengan berjalan kaki.
Pengelolaan The Nusa Dua juga mencakup aspek lingkungan, ruang terbuka hijau, pengelolaan utilitas, konservasi pesisir, serta kolaborasi dengan UMKM dan komunitas lokal.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan pariwisata terpadu yang tidak hanya berfokus pada fasilitas wisata.
Pengelolaan air limbah dilakukan secara terintegrasi melalui sistem Waste Water Management dan fasilitas Nusa Dua Lagoon. Selain itu, jaringan listrik, serat optik, dan pipa air ditempatkan melalui saluran bawah tanah untuk menjaga fungsi utilitas sekaligus estetika kawasan.
Berdasarkan The Nusa Dua Sustainability Strategy 2026–2030, sebagian kawasan dialokasikan sebagai Green Open Space atau ruang terbuka hijau. Ruang hijau tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung pengurangan emisi. Konservasi pesisir dan terumbu karang juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Nusa Dua Reef Foundation.
ITDC juga melibatkan UMKM dan pelaku kreatif lokal dalam aktivitas kawasan. Salah satu contohnya adalah BRImo Nusa Dua Eco Market di Peninsula Island, yang menghadirkan produk kerajinan lokal, kuliner tradisional, dan edukasi mengenai gaya hidup ramah lingkungan. Kolaborasi dalam pertunjukan seni turut memberikan ruang bagi seniman Bali sekaligus memperkuat hubungan antara aktivitas pariwisata dan ekonomi lokal.
ITDC melakukan rejuvenasi fasilitas dan penataan area komersial Downtown untuk menyesuaikan kawasan dengan kebutuhan wisatawan. Fasilitas aksesibilitas juga tersedia di sejumlah area, seperti:
Dengan kombinasi tersebut, kawasan pariwisata Nusa Dua menghadirkan pengalaman wisata terpadu yang menggabungkan pantai, hotel, MICE, kuliner, budaya, wellness, dan fasilitas rekreasi dalam satu kawasan.