

Digitalisasi pariwisata adalah penggunaan teknologi untuk mempermudah wisatawan mencari informasi, memesan layanan, melakukan perjalanan, hingga memberikan ulasan setelah kunjungan. Contohnya antara lain tiket elektronik, check-in online, boarding pass digital, pembayaran nontunai, peta digital, dan platform destinasi.
Digitalisasi tidak sekadar memindahkan layanan ke kanal online. Proses ini juga menghubungkan data dan proses antarpelaku pariwisata agar perjalanan lebih terintegrasi.
Digitalisasi pariwisata adalah penerapan teknologi digital pada layanan dan proses pariwisata, mulai dari pencarian informasi hingga pengelolaan pengalaman wisatawan.
Digitasi berarti mengubah informasi analog menjadi format digital, misalnya tiket kertas menjadi e-ticket. Digitalisasi menggunakan teknologi untuk memperbaiki proses, seperti reservasi online. Sementara itu, transformasi digital mencakup perubahan yang lebih luas pada model layanan, proses kerja, dan pemanfaatan data.
Teknologi dapat digunakan sejak tahap mencari inspirasi, merencanakan perjalanan, memesan tiket dan hotel, check-in, melakukan pembayaran, menjelajahi destinasi, hingga memberikan ulasan.
Contoh paling dekat adalah pencarian destinasi melalui website atau aplikasi, pemesanan tiket pesawat dan hotel secara online, serta penggunaan e-ticket. Di bandara, wisatawan juga dapat menemukan check-in online, boarding pass digital, kiosk mandiri, dan layanan self-service.
Saat berada di destinasi, pembayaran nontunai, peta digital, informasi antrean, notifikasi perjalanan, serta layanan pelanggan berbasis aplikasi dapat membantu perjalanan berjalan lebih praktis.
Bagi pelaku usaha, digitalisasi dapat diterapkan melalui sistem reservasi dan pengelolaan kapasitas, customer relationship management (CRM), serta analitik pengunjung. Data tersebut dapat membantu memahami pola kunjungan dan menyesuaikan layanan.
Integrasi informasi antara bandara, hotel, destinasi, event, dan ritel membuka peluang menghadirkan perjalanan yang lebih terhubung. Ulasan dan media sosial juga membantu memantau reputasi.
Berikut ini beberapa manfaat digitalisasi bagi wisatawan:
Adapun manfaat digitalisasi bagi industri, yakni:
Sebagai holding di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney menghubungkan lini bisnis seperti bandara, layanan aviasi, hospitality, destinasi, pengembangan pariwisata, dan ritel. Ekosistem ini menciptakan ruang bagi integrasi layanan berbasis teknologi.
Contohnya, InJourney Airports terus mengembangkan digitalisasi dan otomatisasi seperti self check-in kiosk, auto baggage drop, serta sistem boarding otomatis. Pada sisi destinasi, InJourney Destination menyediakan pemesanan tiket secara digital untuk destinasi seperti Borobudur dan Prambanan, termasuk penggunaan e-ticket atau barcode saat kunjungan.
Contohnya adalah e-ticket, pemesanan hotel online, boarding pass digital, pembayaran nontunai, dan peta digital.
Digitalisasi membantu wisatawan menghemat waktu, mendapatkan informasi lebih cepat, dan mengakses layanan perjalanan dengan lebih mudah.
Ya. Data dapat membantu pengelola memahami pola kunjungan, mengatur kapasitas, dan merencanakan layanan secara lebih efisien.
Tantangannya meliputi kesiapan infrastruktur, keamanan data, literasi digital, integrasi sistem, serta kemampuan pelaku usaha dalam mengadopsi teknologi.