

Dampak ekonomi pariwisata khususnya yang berasal dari event balap di Mandalika dirasakan oleh berbagai sektor. Penyebabnya karena daya tarik destinasi dari dalam dan luar negeri semakin meningkat, belum lagi posisi Indonesia yang mulai diperhitungkan pada sejumlah event balap berskala internasional.
Di sisi lain, event balap di Mandalika seolah menjadi katalis yang bisa mendorong investasi, membuka lapangan pekerjaan, dan berujung pada pengenalan potensi pariwisata Indonesia di pasar global.
Meski demikian, Mandalika tidak hanya berpusat pada event balap level tertentu saja. Faktanya, Mandalika adalah pusat event balap multi-level di Indonesia. Hal ini dipertegas dengan adanya kalender event MGPA 2026 yang dibuka lewat Mandalika 6 Hours Endurance pada Februari lalu.
Event roda empat tersebut menguji ketahanan dan strategi tim serta pembalap selama 6 jam penuh. Selain itu, ada pula event-event lainnya seperti Mandalika Racing Series, GT World Challenge Asia, Mandalika Festival of Speed, serta Pertamina Grand Prix of Indonesia.
Lantas, apa saja dampak ekonomi pariwisata dari event balap yang dihelat di Mandalika?
Event balap di Mandalika memberikan dampak positif pariwisata, yakni meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara. Sebagai contoh, pada triwulan I tahun 2025 misalnya, tercatat bahwa kunjungan wisatawan di kawasan Mandalika menyentuh 227.642 orang.
Jumlah tersebut naik signifikan jika dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang hanya 173.128 orang. Peningkatan tersebut menjadi cerminan bertumbuhnya daya tarik Mandalika sebagai destinasi unggulan sportainment.
Baca Juga: Wisata Mandalika Rekomendasi Destinasi, Pantai, dan Aktivitas Sport Tourism
Selanjutnya dampak ekonomi pariwisata dari event balap di Mandalika terjadi pula pada sektor hotel, transportasi, dan UMKM lokal. Pada tahun 2025, data dari Dinas Pariwisata NTB mencatat bahwa rata-rata tingkat hunian hotel di Pulau Lombok selama periode penyelenggaraan mencapai 93 persen dan Kota Mataram berada di angka 90 persen.
Sementara itu, tingkat hunian hotel di kawasan Mandalika bahkan tercatat penuh 100 persen. Hal ini berdampak pula pada sektor transportasi lantaran sejumlah maskapai menambah penerbangan menuju Lombok.
UMKM lokal pun mendapatkan angin segar dari adanya ajang atau event ini lantaran berbagai usahanya banyak diserbu wisatawan. Belum lagi dampak sosial budaya pariwisata dari perhelatan di Mandalika yang membuat wisatawan merasa ingin kembali ke tempat ini.
Pada saat event berlangsung, contohnya seperti ketika penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Kawasan The Mandalika, tingkat okupansi hotel dan akomodasi rata-rata berada di atas 90 persen.
Kondisi ini menegaskan bahwa minat penonton sangat tinggi, entah penonton dalam negeri maupun mancanegara.
Pada penyelenggaraan tahun 2025, MotoGP Mandalika menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp4,96 triliun lewat peningkatan kunjungan wisatawan, aktivitas sektor transportasi dan akomodasi, perdagangan, serta keterlibatan UMKM.
Tidak hanya Lombok, secara provinsi Nusa Tenggara Barat juga mendapatkan exposure dari media luar. Hal ini membuat pariwisata di kawasan tersebut semakin dikenal yang pada akhirnya memengaruhi perputaran ekonomi sekitar.
Dampak ekonomi pariwisata dari event di Mandalika cukup besar sehingga memicu efek ganda untuk perekonomian di Nusa Tenggara Barat. Bahkan, untuk event skala nasional saja, efeknya masih terasa.
Garis besarnya bisa dilihat dari ledakan penonton yang membuat perputaran uang kian masif. Ditambah tanaga kerja lokal pun terserap mulai dari berbagai layanan seperti kebersihan, keamanan, medis, logistik, sampai operasional acara.
Ada pula efek lainnya, yaitu UMKM yang naik kelas. Dinas Koperasi UMKM Provinsi NTB menyebut bahwa total omzet tahun 2025 mencapai Rp500 juta, naik dari 2024 yang hanya Rp100 juta.
Sementara dari lintas budaya, adanya berbagai atraksi budaya seperti kuliner khas, pameran kerajinan lokal, dan lain sebagainya membuat pengalaman penonton yang menyaksikan semakin mengesankan.
Mandalika dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), dengan pengembangan yang mencakup peningkatan infrastruktur, kualitas layanan, dan penyelenggaraan event.
Fokusnya tidak hanya pada event internasional seperti MotoGP, tetapi juga membangun ekosistem sport tourism yang berkelanjutan melalui berbagai agenda motorsport nasional dan internasional.
Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pelaku usaha, dan masyarakat lokal juga menjadi bagian penting untuk mendorong dampak ekonomi dan pariwisata di kawasan Mandalika.
Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya berfungsi sebagai venue motorsport, tetapi juga sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi kawasan.
Keberadaan sirkuit ikut mendorong aktivitas di sektor perhotelan, transportasi, UMKM, dan layanan wisata, sekaligus mendukung pengembangan infrastruktur di sekitar Mandalika.