

Wellness adalah upaya aktif untuk membangun kondisi hidup yang lebih sehat dan seimbang melalui pilihan, kebiasaan, dan gaya hidup sehari-hari. Konsep ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga kondisi mental, emosional, sosial, hingga hubungan seseorang dengan lingkungan dan nilai hidupnya.
Global Wellness Institute (GWI) mendefinisikan wellness sebagai proses aktif dalam mengejar kesehatan holistik melalui aktivitas, pilihan, dan gaya hidup. Konsep tersebut selaras dengan pandangan World Health Organization (WHO) yang melihat kesehatan bukan hanya sebagai ketiadaan penyakit, tetapi juga mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan sosial.
Berbeda dari kondisi sehat yang dapat menggambarkan keadaan seseorang pada suatu waktu, wellness merupakan proses yang dilakukan secara aktif dan berkelanjutan. Artinya, seseorang membangun kesejahteraan melalui keputusan kecil seperti tidur cukup, bergerak aktif, menjaga pola makan, mengelola stres, dan membangun hubungan sosial yang sehat.
Karena bersifat holistik, wellness juga tidak berarti harus selalu mengikuti retreat, spa, atau program khusus. Kebiasaan sederhana dan konsisten di rumah dapat menjadi bagian dari perjalanan wellness. WHO pun memasukkan tidur yang cukup, aktivitas fisik, pola makan sehat, dan koneksi sosial sebagai contoh praktik self-care.
Wellness bersifat multidimensional. Lima aspek berikut dapat menjadi kerangka sederhana untuk memahami penerapannya:
Memulai wellness tidak harus dengan perubahan besar. Menurut WHO, beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan adalah:
Konsep wellness juga berkembang menjadi wellness tourism, yaitu perjalanan yang berkaitan dengan upaya mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan pribadi. Menurut GWI, pengeluaran wellness tourism global telah mencapai sekitar US$894 miliar pada 2024.
Baca Juga: Wellness Retreat Bali: Aktivitas,Manfaat, dan Tips Memilih Tempat
Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan sektor ini berkat kombinasi alam, budaya, tradisi perawatan tubuh, dan praktik kebugaran. Pengalaman wellness dapat berupa yoga dan meditasi di Bali, spa dan pijat tradisional, aktivitas di alam, hingga tradisi herbal seperti jamu.
Salah satu perkembangan penting wellness tourism Indonesia hadir melalui The Sanur atau KEK Sanur di Bali, kawasan kesehatan dan pariwisata terintegrasi yang dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem InJourney. Kawasan seluas sekitar 41 hektare ini menghubungkan layanan kesehatan, hospitality, wellness, MICE, dan pengalaman berbasis budaya dalam satu destinasi.
Di dalamnya terdapat Bali International Hospital, serta akomodasi The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel. The Meru Sanur juga menghadirkan program seperti yoga, Pilates, latihan pernapasan, mindfulness, serta pengalaman wellness yang mengambil inspirasi dari tradisi dan filosofi Bali.
Kehadiran KEK Sanur memperlihatkan bagaimana wellness dapat berkembang dari kebiasaan personal menjadi pengalaman perjalanan terpadu; yang menggabungkan kesehatan, relaksasi, budaya, alam, dan hospitality dalam satu kawasan.