

MotoGP Mandalika 2026 akan kembali berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 9-11 Oktober 2026. Sirkuit yang berada di kawasan The Mandalika ini merupakan bagian dari ekosistem pariwisata yang dikembangkan melalui InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). Dalam satu rangkaian akhir pekan balap, penonton tidak hanya akan menyaksikan MotoGP, tetapi juga Moto2 dan Moto3.
Ketiga kelas tersebut sama-sama menjadi bagian dari Kejuaraan Dunia Grand Prix, tetapi memiliki spesifikasi motor, tingkat kompetisi, teknologi, hingga karakter balapan yang berbeda. Jadi, sebelum menyaksikan para pembalap beraksi di Mandalika, mari mengenal lebih dekat apa itu MotoGP serta perbedaan MotoGP, Moto2, dan Moto3.
Secara sederhana, MotoGP merupakan kelas tertinggi atau premier class, Moto2 berada di tingkat menengah, sedangkan Moto3 menjadi kelas entry dalam struktur Kejuaraan Dunia Grand Prix.
MotoGP atau FIM MotoGP World Championship adalah kelas utama dalam Kejuaraan Dunia Grand Prix di bawah regulasi Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM). Kejuaraan ini sudah berlangsung sejak 1949 dan mulai menggunakan nama MotoGP pada 2002, menggantikan era GP500.
Motor MotoGP menggunakan mesin empat langkah hingga 1.000 cc dengan maksimal empat silinder. Motor yang digunakan merupakan prototype khusus balap yang dikembangkan dari sisi mesin, sasis, aerodinamika, elektronik, hingga strategi ban.
Sejak 2023, MotoGP juga memiliki format Sprint, yaitu balapan jarak pendek yang berlangsung pada Sabtu dan tetap memberikan poin kejuaraan, meski lebih sedikit dibandingkan balapan utama pada Minggu.
Moto2 dan Moto3 merupakan kelas lain dalam Kejuaraan Dunia Grand Prix. Moto2 berada di tingkat menengah, sedangkan Moto3 menjadi kelas entry yang banyak diikuti pembalap muda.
Moto3 menggunakan motor dengan kapasitas mesin lebih kecil dan karakter yang ringan serta lincah. Sementara itu, Moto2 menggunakan motor yang lebih besar dan bertenaga sebagai tahap pengembangan menuju kelas utama.
Meski sering menjadi jalur menuju MotoGP, pembalap tidak harus selalu melewati urutan Moto3, Moto2, lalu MotoGP karena perkembangan karier dapat berbeda-beda.
Perbedaan MotoGP Moto2 dan Moto3 dapat dilihat dari tujuh aspek utama, mulai dari tingkat kompetisi hingga posisi masing-masing kelas dalam jenjang Grand Prix. Berikut penjelasan lengkapnya:
MotoGP merupakan kelas tertinggi atau premier class, Moto2 berada di tingkat intermediate, sedangkan Moto3 menjadi kelas entry. Perbedaan level ini juga memengaruhi teknologi, performa motor, dan pengalaman pembalap di setiap kelas.
MotoGP menggunakan mesin empat langkah hingga 1.000 cc dengan maksimal empat silinder. Moto2 menggunakan mesin tiga silinder 765 cc dari Triumph, sedangkan Moto3 memakai mesin empat langkah satu silinder 250 cc.
MotoGP memiliki tenaga dan kecepatan tertinggi, dengan motor yang dapat menghasilkan lebih dari 250 hp dan melaju lebih dari 360 km/jam dalam kondisi tertentu. Moto2 berada di bawahnya, sedangkan Moto3 memiliki tenaga paling rendah tetapi tetap kompetitif karena motornya lebih ringan dan lincah.
MotoGP menggunakan teknologi yang lebih kompleks, mulai dari aerodinamika, elektronik, mesin, hingga sasis yang dikembangkan oleh pabrikan. Moto2 dan Moto3 memiliki lebih banyak komponen yang terstandarisasi agar persaingan antartim lebih seimbang.
Moto3 menggunakan motor yang lebih ringan dan berdimensi kecil, Moto2 lebih besar dan bertenaga, sedangkan MotoGP memiliki konstruksi paling kompleks. Perbedaan karakter motor ini membuat pembalap perlu beradaptasi saat berpindah kelas.
Moto3 banyak menjadi tempat pembalap muda mengembangkan pengalaman di level Grand Prix, sedangkan Moto2 menjadi tahap pengembangan berikutnya. MotoGP diisi pembalap dengan pengalaman dan kemampuan teknis tingkat tinggi.
Moto3 berada di tingkat entry, Moto2 di tingkat intermediate, dan MotoGP menjadi puncak kompetisi Grand Prix. Namun, tidak semua pembalap harus melalui urutan Moto3, Moto2, lalu MotoGP karena jalur karier masing-masing dapat berbeda.