

Persiapan haji sebaiknya mencakup empat hal utama, yaitu administrasi, pemahaman manasik, kesiapan kesehatan dan fisik, serta kebutuhan perjalanan. Persiapan yang dilakukan sejak jauh hari membantu calon jemaah memahami apa yang perlu dibawa, bagaimana menjaga kondisi tubuh, dan prosedur yang harus diikuti sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Setiap calon jemaah memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun, beberapa persiapan berikut dapat menjadi panduan agar berbagai kebutuhan penting tidak terlewat sebelum keberangkatan.
Periksa paspor, dokumen identitas jemaah, visa, dan dokumen lain yang ditetapkan penyelenggara. Simpan dokumen asli di tempat aman tetapi mudah dijangkau dan siapkan salinan sebagai cadangan.
Manasik membantu jemaah memahami ihram, wukuf, tawaf, sa’i, mabit, melontar jumrah, hingga tahallul. Kementerian Haji dan Umrah juga menerbitkan panduan manasik yang mencakup kebutuhan jemaah lansia, perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok berisiko tinggi.
Pemeriksaan kesehatan penting untuk mengetahui kondisi tubuh dan kebutuhan medis sebelum menjalani rangkaian haji. Jemaah dengan penyakit tertentu atau obat rutin sebaiknya membahas kebutuhan selama perjalanan dengan tenaga kesehatan.
Persyaratan vaksinasi perlu diperiksa kembali menjelang keberangkatan. Untuk Haji 2025, misalnya, Indonesia mewajibkan meningitis meningokokus dan polio sesuai ketentuan kesehatan Arab Saudi saat itu. Ketentuan untuk Haji 2027 harus mengikuti aturan resmi yang berlaku pada musim tersebut.
Haji melibatkan aktivitas berjalan yang cukup panjang. BKPK Kementerian Kesehatan pada 2026 menyarankan latihan fisik terukur, termasuk membiasakan jalan kaki beberapa bulan sebelum keberangkatan. Intensitas latihan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing jemaah.
Bawa obat rutin dalam jumlah yang cukup dan sesuai arahan dokter. Gunakan wadah yang mudah dikenali serta siapkan resep atau keterangan medis apabila diperlukan selama perjalanan.
Siapkan pakaian yang nyaman, perlengkapan ihram bagi pria, serta kebutuhan ibadah dan pakaian sesuai kebutuhan bagi perempuan. Hindari membawa terlalu banyak barang agar koper tetap praktis.
Kelompokkan pakaian, obat, perlengkapan mandi, dan barang pribadi. Gunakan tas kecil untuk dokumen, ponsel, obat penting, serta barang yang perlu sering diakses selama perjalanan.
Buat anggaran untuk makan tambahan, transportasi tertentu, belanja kebutuhan pribadi, dan dana darurat. Kombinasi uang tunai riyal serta metode pembayaran internasional dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan keamanan.
Pastikan ponsel dapat digunakan di Arab Saudi. Simpan nomor ketua rombongan, petugas haji, keluarga, dan kontak penting lain, baik di ponsel maupun dalam catatan cadangan.
Periksa jadwal masuk asrama haji, waktu keberangkatan, ketentuan barang bawaan, serta prosedur dari embarkasi hingga pesawat. Jangan menggunakan aturan musim sebelumnya sebagai satu-satunya acuan karena jadwal operasional dapat berubah.
Kurangi aktivitas berat menjelang hari keberangkatan, cukup tidur, jaga asupan cairan, dan datang ke titik keberangkatan sesuai jadwal. Kesiapan fisik sebelum perjalanan membantu jemaah menghadapi penerbangan panjang dan aktivitas setelah tiba di Arab Saudi.